Kiat Dahsyat menjadi Da'i Hebat

Kiat Dahsyat menjadi Da'i Hebat

Senin, 03 November 2008

Bagaimana mengubah masalah menjadi Berkah


Bagaimana mengubah masalah menjadi berkah? Kecerdasan Mengatasi Kesulitan (AQ)
Oleh. N.Faqih Syarif H

Bagaimana jika Anda bisa memanfaatkan kesulitan apa pun,menjadi keuntungan bagi Anda, Bagaimana jika Anda bisa mengubah kesulitan yang Anda alami setiap hari, besar, ataupun kecil, menjadi semacam bahan bakar yang menjadi tenaga bagi Anda untuk menjalani hal-hal yang biasa saja-biasa saja setiap hari sebagai kejayaan setiap hari?
Paul G. Stoltz dalam bukunya AQ beliau menyebutkan ada tiga tipologi manusia ketika menghadapi tantangan atau kesulitan yang mengecilkan hati dalam menjalani kehidupan yang terus meningkat. Berdasarkan riset dan jejak pendapat lebih dari 150.000 pemimpin dari berbagai perusahaan atau industry di seluruh dunia, banyak orang yang menyerah (5 sampai 20 % adalah type Quitter), kebanyakan type berkemah ( 65 sampai 90% adalah type camper), dan hanya sedikit yang mendaki (type climber). Beliau menganalogkan dengan Pendakian Gunung. Quitter adalah orang yang mudah menyerah, dan Camper adalah orang yang berkemah, dan climber adalah pendaki. Quitter berhenti begitu saja pada jalan/ kondisi yang menanjak – pencarian kehidupan yang penuh nilai – dan akibatnya sering merasa sakit hati. Camper biasanya bekerja keras,mengerahkan seluruh potensi, melaksanakan kewajiban, dan melakukan apa yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat kehidupan tertentu. Kemudian mereka memasang pasak-pasak tenda dan merasa puas dengan kondisi yang mereka hadapi terlena dengan zona nyaman. Climber adalah manusia langka yang terus belajar, tumbuh, berusaha, dan meningkat sampai tarikan napas terakhir. Salah satu penemuan besar dlam riset Paul adalah inti perbedaan antara climber dan camper atau Quitter terletak pada sikap mereka terhadap kesulitan. Orang-orang dengan AQ tinggi tidak hanya memberikan reaksi secara lebih efektif terhadap kesulitan baik sedang menjalankan model bisnis baru, menempa tim yang sangat hebat, maupun hanya mencari cara untuk mempercepat pengembangan, mereka menggunakan kesulitan, mereka mengeluarkan energy dan inovasi yang sangat besar, serta mendapatkan semangat. Tulisan ini akan mencoba mengajari kita bagaimana cara menggunakan kesulitan yang Anda alami untuk menghasilkan potensi terbaik.
Adapun bagaimana Strategi “Menghadapi kesulitan” Anda ? yang kita ambil dan terinspirasi dari pengalaman hidup yang luar biasa dari Erik Weihenmayer seorang Atlet Tunanetra dunia yang berhasil mendaki tujuh Puncak, termasuk Everest. Latihan selangkah demi selangkah ini Insya Allah akan dapat membimbing Anda menemukan strategi memasuki badai dan mulai memanfaatkan kekuatan serta kegunaan kesulitan puncak Anda.
1. Lihat kembali inventarisasi kesulitan anda, cita-cita anda, dan tantangan puncak anda. -> Dari semua cita-cita anda, apakah aspirasi yang anda pilih untuk menjadi tantangan puncak adalah sesuatu yang paling mendesak untuk anda lakukan tetapi belum Anda lakukan.
2. Cek kesulitan Puncak Anda -> Apakah kesulitan puncak ini merupakan kesulitan yang berkaita dengan tantangan puncak Anda yang, jika dimanfaatkan, akan melepaskan energy paling potensial dan mengarah pada terobosan positif yang paling penting?
3. Untuk mulai menyusun strategi Anda dalam menghadapi kesulitan, pahamilah pertanyaan berikut ;
• Jika akan memasuki badai dengan kesulitan Puncak, bagaimana Anda melakukannya?
• Jika harus meminta atau menyambut kesulitan, bagaimana Anda melakukannya?
• Perlindungan seperti apa yang perlu Anda hilangkan untuk mengalami kesulitan sepenuhnya dan memanfaatkan kekuatannya?
• Percakapan berani seperti apa yang anda butuhkan dengan diri-sendiri atau orang lain agar bisa memicu dan menghadapinya?
4. Susun Strategi Anda dengan menuliskan jawaban-jawaban – yang sekarang sudah diperhalus – atas pertanyaan-pertanyaan akhir berikut .
• Secara khusus, bagaimana Anda akan memasuki badai dan menghadapinya? Gambarkan strategi atau pendekatan Anda.
• Untuk kesulitan Puncak Anda – Kapan Anda akan mulai menghadapinya?
• Manfaat khusus apa yang Anda harapkan bisa dinikmati jika Anda melakukannya?
• Siapa yang perlu tahu tentang komitmen yang sudah Anda buat dalam latihan ini?
Sampai di sini dulu tulisan ini, kita akan sambung lagi pada tulisan berikutnya, kita baru menyelesaikan puncak pertama dari tujuh puncak bagaimana mengubah masalah menjadi berkah. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Don’t Give Up !!!!!!!!
(www.faqihsyarif.com atau www.formulabisnis.com/?id=faqihsyarif )

Tidak ada komentar: