BANGKIT DAN MANFAATKAN POTENSI MAHASISWA
Apa sih yang dimaksud dengan bangkit? Apakah sebuah negara dengan kekayaan produksinya, majunya pendidikan, canggihnya industri bisa dibilang sebagai negara yang sudah bangkit dan maju? Dalam benak kita tergambar pengertian bangkit seperti itu, hal ini karena ada pendapat kalo kebangkitan itu artinya kemajuan; berubahnya masyarakat dari suatu keadaan menuju keadaan keadaan yang lebih baik. Akhirnya muncul anggapan kalo negeri yang makmur adalah negeri yang kaya. Pernyataan ini terbantah ketika fakta di sebagian negeri-negeri yang memiliki tingkat pendidikan tinggi tapi keadaan sebenarnya mereka terpuruk dan terbelakang. Sejumlah fakta membuktikan bahwa sebagian besar negeri-negeri yang terbelakang tersebut tidak mampu melakukan perubahan apa-apa walaupun banyak memliki lulusan sarjana dan pascasarjana, bahkan professor.
Alih - alih membangkitkan bangsanya yang ada malah mereka menjadi beban bagi negeri mereka. Gimana tidak, meskipun mereka seorang sarjana tetapi mereka masih menyandang status pengangguran, ironis sekali. Banyak perusahaan tapi juga banyak yang nganggur, rumah sakit ga kurang tapi masih banyak orang yang sirik bin nyleneh karena percaya penyembuhan oleh sebuah batu n masih banyak lagi ironi yang menandakan itu semua adalah pembangunan semu yang stagnan. Berbagai analisis dan pemikiran terkait dengan kondisi tersebut terangkat tapi tetap saja yang namanya gedung tinggi n gede itu cuma buat hiasan ditengah kota. Rumah sakit seolah hanya tersedia bagi mereka yang berduit. JPS diberikan, beasiswa dibagikan. Hasilnya? Seolah semua harapan dan keiniginan itu akan menjadi nyata padahal tetep aja usaha yang dilakukan seperti mainan anak kecil (habis main, selesai, kemudian dihancurin lagi).
Pernahkah terpikir oleh kita sebuah solusi mendasar yang menyelesaikan itu semua? Solusi sempurna yang selama ini kita cari, dijamin 100% keberhasilannya, ditambah lagi sudah teruji 1300 taon (xixixi, resep Rosululloh yang terbukti handal dan terpercaya). Percaya ga, Rasululluah membangun negara Islam yang besar, kuat n tangguh karena resep jitu dari Sang Pencipta yaitu penerapan akidah Islam secara sempurna yang tertulis dalam Al-qur'an. Dan peradaban agung ini tengah dirintis kembali oleh kaum muslim didunia. Yup, khilafah islam akan segera tegak kembali.
Siapa dibalik sebuah Kebangkitan?
Mahasiswa, sebuah identitas yang mungkin diinginkan oleh hampir semua pemuda. Tapi ga semua pemuda bisa menyandang identitas Mahasiswa memang bukan segalanya tapi justru semua bisa diawali dari identitas ini. Sejarah menulis mahasiswa sebagai icon perubahan. Gimana nggak? Mahasiswa dengan kepekaan, intelektualitas dan ketajaman analisis bertindak dan menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa hingga terjadi berbagai revolusi di hampir diseluruh negara didunia.
ahasiswa yang seharusnya berperan sebagai agen of change, mestinya menjadi sosok yang memiliki intelektualitas yang tinggi dan kemampuan bergerak yang sigap serta mobilitas yang luar biasa telah bergeser menjadi sosok yang individualis dan tidak peduli dengan permasalahan bangsa dan agama. Mahasiswa tidak lagi punya identitas mereka, mereka sama saja dengan bukan mahasiswa, mengikuti dan terseret arus bahkan tidak jarang menjadi arus utama hedonisme dan sekulerisme. Nah disinilah kita bisa tau gimana mahasiswa sebagai komponen paling penting dalam bangsa. Dengan sebutan “maha” siswa yang disandangnya maka sudah sepatutnya ia menjadi prototype bagi masyarakat yang ada di sekitarnya, contoh dan tauladan bagi lingkungannya.. Nah, dah mulai nyadar kan potensi kita sebagai mahasiswa?
“Sejak dulu hingga sekarang pemuda adalah pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan pemuda adalah rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah pemuda adalah pengibar panji-panjinya” (Hasan Al Banna). Tidak dapat disangkal lagi pemuda adalah tulang punggung pembangun peradaban. Sejarah membuktikan bahwa kemerdekaan yang diraih bangsa ini juga dan juga bangsa-bangsa lain di dunia tidak pernah luput dari peran pemuda di dalamnya. Pemuda adalah aset bangsa yang begitu besar, ia adalah batu bata yang membentuk bangunan peradaban di masa yang akan datang.
Jika dikaitkan dengan peran dan identitas mahasiswa sebagai agent of change, mestinya kita tau perubahan seperti apa yang diinginkan, dengan cara apa perubahan bisa tercapai. Intinya, mahasiswa mesti punya identitas yang terencana dan jelas (ideologi). Islam sendiri adalah sebuah ideologi plus petunjuk dari Allah untuk sebuah kebangkitan n tentunya kebangkitan itu adalah kebangkitan hakiki (bukan kebangkitan semu seperti saat ini).
Bagi temen-temen yang udah bersyahadat, berarti kalian beragama islam khan? Secara nggak langsung kamu udah berikrar 'tiada Tuhan selain Allah' n berarti kamu adalah hamba Allah yang akan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua laranganNya yang disampaikan lewat perantara rasulNya. Trus, apa hubungannya? Semua generasi muslim saat ini udah melepaskan pola pikir dan pola sikap Islamnya serta lebih memilih jadi pecontek sejati pola pikir n pola sikap kufur (ga percaya? liat aja sekelilingmu!). Bahkan aturan yang mengatur manusia bukan lagi aturan Islam tapi aturan kufur. Padahal Islam datang sebagai rahmat seluruh alam, gimana bisa terasa kalo kita sendiri sebagai ujung tombak utama perubahan menjauh dari islam?
Ditengah kondisi yang seperti inilah terkait dengan ikrar kita kepada Allah, maka kita berkewajiban untuk mengembalikan sisi ideologis Islam yang telah terkikisoleh kebudayaan kaum kafir. Sanggupkah kita menjadi tonggak kebangkitan bangsa ini ?
( Nurul Mhs Unijoyo, www.mentorplus.multiply.com )
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar